Sabtu, 01 Mei 2010

Dasar Konfigurasi Router

tulisan ini ditujukan untuk melaksanakan tugas mata kuliah Jaringan Komputer di kampus saya, di mohon untuk tidak dijadikan acuan bagi para pembaca kecuali dosen saya. hal yang ditakutkan banyak ketidaksesuaian dengan teori yang lebih benar, karena tulisan ini saya buat dengan keterbatasan waktu dan pengetahuan saya tentang routing. (maklum baru belajar hehe...).

untuk kali ini saya coba sharing tentang konfigurasi router sederhana, terdapat sebuah jaringan seperti di bawah ini.



pada gambar mungkin terlihat kurang jelas, berikut rincian jaringan gambar di atas:
  1. PC1 10.10.10.3 dan PC2 10.10.10.2 terhubung pada sebuah switch dengan Gateway 10.10.10.1, kemudian switch tersebut terhubung pada router Ipin dengan NA 10.10.10.0/28 dan memiliki interface e1 dan e2.
  2. PC10 172.16.70.35 dan PC12 172.16.70.34 terhubung pasa sebuah switch dengan Gateway 172.16.70.33 yang kemudian switch tersebut terhubung pada router Upin dengan NA 172.16.70.32/27 dan meliliki interface e3 dan e4.
  3. Router Upin dan Ipin terhubung dengan NA 192.168.60.96/27
dari rincian di atas dengan begitu semua komputer/Host terhubung satu sama lainnya.

Pertanyaannya Bagaimanakah konfigurasi router agar semua Host bisa saling berkomunikasi?

seperti yang telah kita ketahui ada beberapa cara untuk menkonfigurasi router, diantaranya
  1. direct Connection
  2. static routing
  3. default routing
  4. dynamic routing
yang akan kita lakukan untuk menjawab pertanyaan di atas yaitu denagn menggunakan konfigurasi router dengan cara static routing. static routing yaitu routing yang pengisian tabel routinya dilakukan secara manual. jadi kita mengisi tabel routing oleh kita sendiri.

pada router standar umumnya tabel routing memiliki 3 field(mohon maaf kalau salah, masih belajar sih) yaitu NA, Interface dan matrix
field NA berisi NA tujuan, misalnya tabel routing pada router Ipin diisi dengan NA 10.10.10.0

field Interface berisi interface dari router interface router merupakan Penghubung router ke suatu jaringan sebagai keluar masuknya paket data. biasanya interface ini memiliki address berupa gateway.

Matrix berisi banyaknya router yang diloncati, misalkan pada contoh jaringan di atas, PC1 jika ingin berkomunikasi dengan dengan PC 10 maka router Ipin harus meloncati 1 router yaitu router Upin sehingga nilai matrix adalah 1.

sehingga untuk menjawab pertanyaan diatas tabel router upin dan ipin berisi seperti di bawah ini:

e2 = 192.168.60.97
e3 = 192.168.60.98


Proses Pengiriman Packet

Berdasarkan gambar di atas, berikut ini adalah skenario pengiriman data dari
komputer PC1 ke komputer PC10 :
1. Komputer PC1 ingin mengirim data ke PC10, menyadari
bahwa alamat tujuan tidak berada di jaringan lokal, maka komputer mencari
daftar “default gateway” pada property TCP/IP yaitu 10.10.10.1 Paket
data kemudian dikirim ke Gateway tersebut.

2. Pada e1 paket data tersebut kembali diperiksa, dan
ditemukan pada tabel routing Ipin bahwa paket tersebut dapat dikirim ke jaringan
172.16.70.32 lewat e2 (192.168.60.97), dari e2 melalui jalur 192.168.60.96/27 paket data akan diperiksa lagi pada e3 (192.168.60.98) dan ditemukan pada tabel routing Upin bahwa paket tersebut dapat dikirim ke jaringan 172.16.70.32 lewat e4 (172.16.70.33)

3. Via IP 192.168.60.97 akhirnya data dapat ditransmisi ke tujuan yaitu
PC10 172.16.70.35


sekian...

maaf jika ada kesalahan... Please Comment...


Rizqi Arief Rahman
2 TI 10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar